Kamis, 20 Agustus 2015

Ketika Roh Berpisah Dari Tubuh



Dalam suatu riwayat disebutkan, tatkala roh berpisah dari tubuh, maka ia dipanggil dari langit dengan tiga kali jeritan:

Wahai anak Adam!!!
Apakah kamu meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkan kamu?
Apakah kamu mengumpulkan dunia, atau dunia mengumpulkan kamu?
Apakah kamu mematikan dunia, atau dunia mematikan kamu?

Jika mayat diletakkan di tempat untuk dimandikan, maka ia dipanggil tiga kali teriakan:

Wahai anak Adam!!!
Dimanakah tubuhmu yang kuat, bukankah sekarang ini kamu menjadi lemah?
Dimana mulutmu yang bijak, bukankah sekarang kamu diam?
Dimana kekasihmu, bukankah mereka sekarang mengasingkan kamu?

Dikala mayat diletakkan di tempat kafan, ia dipanggil tiga kali jeritan:

Wahai anak Adam!!!
Pergilah kamu ketempat yang jauh ke tanpa membawa bekal!
Keluarlah kamu dari rumahmu, dan tidak usah kembali!
Naiklah kuda, dan kamu tidak akan naik seperti itu selamanya, kamu akan menjadi sesuatu di dalam rumah yang penuh kesedihan!

Sewaktu mayat itu dipikul diatas usungan, ia dipanggil tiga kali jeritan:

“Wahai anak Adam!!!
Sangat berbahagialah kamu jika kamu termasuk orang yan bertaubat.
Sangat berbahagialah kamu jika amal kamu baik.
Sangat berbahagialah kamu jika sahabatmu dalam keridhaan Allah, dan alangkah celakanya kamu jika para sahabatmu orang yang dimurkai Allah.”

Sewaktu mayat diletakkan untuk disholatkan, maka ia dipanggil tiga kali teriakan:

Wahai anak Adam!!!
Segala amal yang telah kamu lakukan akan kamu lihat!
Jika amal perbuatanmu baik, maka kamu akan melihat baik!
Jika amal perbuatanmu buruk, kamu pun akan melihat buruk!”

Kemudian apabila mayat sudah berada di tepi kubur, maka ia dipanggil lagi tiga kali teriakan:

“Wahai anak Adam!!!

Bukankah kamu menambahkan damai pada tempat yang sempit ini?
Bukankah kamu membawa kekayaan di tempat kekafiran ini?
Bukankah kamu membawa penerang di tempat yang gelap ini?

Dan jika mayat diletakkan pada liang kubur, maka iapun dipanggil dengan tiga kali jeritan:

Wahai anak Adam!!!
Kamu di atas punggungku bersenda gurau, tapi kamu dalam perutku menjadi menangis.
Kamu berada diatas punggungku bergembira ria, tapi kamu dalam perutku menjadi cemas dan duka.
Kamu diatas punggungku dapat berbicara, tapi kamu dalam perutku kamu menjadi diam.”

Setelah manusia pulang meninggalkan mayat yang sudah dikuburkan itu, lalu Allah SWT berfirman:

“Wahai hamba-hambaKu, kamu tetap terpencil dan bersendirian, para manusia sudah pergi dan pulang meninggalkan kamu bersendirian dalam kegelapan kubur. Padahal kamu telah berbuat maksiat kepada-Ku karena para manusia, karena isteri dan anak. Namun Aku sangat kasihan kepadamu pada hari ini dengan limpahan Rahmat, yang denganya para makhluk semua kagum. Dan aku lebih kasihan kepadamu daripada kasih IBU kepada anaknya.”

Wahai saudara muslimin ku, siapakah mayat itu, aku, kau, kamu semua sudah pasti akan menjadi mayat suatu hari nanti. Dikala itu kita pasti akan mendengar jeritan yang amat menggerikan itu hinggakan makhluk yang lain mendengarnya merasa takut dan kagum terhadap Maha Pencipta. Mana amalanmu, mana kebaikanmu sebagai Khalifah Allah dimuka bumi ini………………???????

Tolong sebarkan artikel ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. Dan (ingatlah) Allah senantiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan, Surah Al-Baqarah [2] : 110 yang artinya “Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.